Social Icons

Pages

Featured Posts

Kamis, 28 Februari 2013

Wisata Bahari Sabang

Kawasan Wisata Iboih, Sabang
Kota Sabang adalah kota kecil yang terletak wilayah paling barat Indonesia tepatnya di pulau Weh. Jaraknya sekitar 14 mil atau 22,5 Km dari Banda Aceh dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan kapal Fery, dan 45 menit dengan kapal cepat. Kota Sabang merupakan andalan pariwisata Aceh untuk kategori wisata bahari. Keindahan taman lautnya sangat terkenal, tidak kalah dengan taman laut Bunaken, di sulawesi utara. Tak salah jika pemerintah, melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, menetapkan Sabang (pulau Weh) sebagai destinasi wisata nasional.

Keindahan pantai dan taman lautnya yang masih alami begitu mempesona, menjadi magnet dan surga bagi wisatawan asing maupun domestik yang hobi menyelam (diving). Menurut teman saya yang asli orang Sabang, setidaknya ada 26 titik potensial tujuan wisata yang bisa dikunjungi di kota Sabang. Namun yang paling populer adalah Pantai Gapang, Pantai Rubiah, dan Pantai Iboih, yang terkenal dengan keindahan Garden Under Water-nya.

Hewan laut seperti pari manta, hiu, paus, lumba-lumba, penyu dan hewan-hewan laut cantik lainnya, dengan mudah bisa ditemui di sekitar perairan kota sabang. Penyelam berpengalaman dan instruktur selam siap memandu para wisatawan menikmati keindahan taman-taman laut yang ada di sana. Menurut orang-orang yang pernah ke Sabang, untuk sekali menyelam kita harus merogoh kocek kurang lebih 300rb rupiah. Tapi kalau cuma pengen snorkeling aja, cukup bayar biaya sewa alat snorkeling sebesar kurang lebih 45rb rupiah.
Akomodasi seperti penginapan, cafe dan restoran sudah tersedia, mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Taman Wisata Culiner di Gampong Kuta Barat, lokasi terbaik bagi yang ingin mencici kuliner Aceh, khusus kuliner khas kota sabang. Terus yang hobi mancing, perairan laut di sekitar pulau Rondo, adalah lokasi yang tepat.

Di ujung pulau Weh, terdapat sebuah monumen atau tugu, yaitu Tugu Kilometer Nol. Tugu ini merupakan titik awal perhitungan luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Meuroke. Jarak dari pusat kota sabang, kurang lebih 15 km, dengan perjalanan darat. Dalam perjalanan menuju ke Tugu Kilometer Nol, kita akan melewati Pantai Gapang, pantai Iboih dan pantai atau pulau Rubiah. Di pulau Weh, juga terdapat gunung berapi. Menurut sejarah Aceh, pulau Weh, dulunya tersambung dengan daratan pulau sumatra. Namun terpisah akibat letusan gunung berapai pada zaman pleistosen. Di bawah kedalaman 9 meter dekat kota sabang, para wisatawan berani menyelam bisa menyaksikan gunung berapi bawah laut.

Salah satu kawasan wisata yang menjadi primadona di Sabang adalah wisata bahari Iboih Sabang, Iboih merupakan kawasan wisata pantai yang sangat terkenal dengan aktifitas olah raga bawah laut, seperti berenang, diving dan snorkeling sambil menikmati keanekaragaman terumbu karang, ikan hias dan ikan karang (angel fish, surgeon fish, parrot fish dan beragam jenis ikan laut lainnya) yang jarang ditemui pada beberapa taman laut di tempat lain, seperti ikan napoleon.

Kawasan wisata bahari Iboih yang didukung dengan sarana dan prasarana juga terdapat hutan wisata yang sangat indah dengan keanekaragaman dan kekayaan flora dan faunanya.

Sumber : www.visitaceh2013.info

Tahun 2013 Dicanangkan Sebagai Visit Aceh Year

Visit Aceh Year atau Tahun Kunjungan Aceh 2013 dicanangkan di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (12/11) malam.
Visit Aceh Year
Pencanangan itu ditandai dengan tabuh rapa-i (gendang khas Aceh) oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwanda, Menteri PAN dan RB Azwar Abubakar, dan anggota Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar.

Sejumlah bupati tampak hadir dan mengenakan pakaian adat Aceh. Hadir juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs Adami Umar MPd.
Menyambut Tahun Kunjungan Aceh ini, Gubernur Zaini Abdullah menjanjikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang datang ke Serambi Mekkah saat ini maupun sepanjang tahun 2013.
“Kondisi Aceh kondusif. Kami janjikan kenyamanan dan keamanan,” kata Gubernur yang mengenakan pakaian adat Aceh. Ia katakan, Aceh sudah berubah dibanding pada masa konflik. “Kami ingin bangkit lagi dengan berkesenian,” kata gubernur yang saat menyampikan pidato didampingi Duta Wisata Aceh 2012, M Fathun dan Yosalavastia.
Gubernur menyampaikan tentang kekayaan alam dan budaya Aceh sebagai salah satu potensi penggerak perekonomian. Di Aceh terdapat 800 lokasi wisata, terdiri atas wisata alam dan wisata budaya.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwanda mengagumi budaya kuliner Aceh yang dinilainya memiliki kelezatan tersendiri. “Mi kepiting Aceh luar biasa enak, tak ada bandingannya,” kata Sapta.
Ia juga memuji kopi gayo yang terkenal. Tapi, lanjut Sapta, kuliner Aceh kurang promosi, sehingga tidak dikenal luas. “Visit Aceh nanti merupakan momentum promosi semuanya,” kata Sapta yang juga mengenakan pakaian Aceh. Sapta menyebut bahwa wisata adalah lokomotif ekonomi Aceh.
Acara launching Visit Aceh 2013 malam itu diisi dengan sejumlah penampilan kesenian, tari ranub lampuan dari Pidie Jaya, saman gayo dari Gayo Lues, nyanyian Hikayat Prang Sabil oleh Cut Niken, dan lagu Hasan dan Husein dinyanyikan Adi KDI.
Menurut Kadisbudpar Aceh, Adami Umar, menyertai acara launching Visit Aceh Year itu juga digelar pameran di Kementerian Kebudayaan Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif selama tiga hari, berakhir 15 November.
Menurutnya, Gubernur Aceh sudah menetapkan “Welcome to Aceh” sebagai moto atau taq line Visit Aceh Year ini.  Sedikitnya ada lima daerah di Aceh yang, menurutnya, saat ini sudah sangat siap menyambut kedatangan turis domestik dan mancanegara, yakni Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Simeulue, dan Aceh Tenggara.
Sudah disiapkan pula 16 even budaya yang akan digelar sepanjang tahun 2013 di Aceh. Di antaranya Laut Tawar Bike, Tour de Aceh Bicycle, Ramadhan Fair, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6, dan peringatan besar-besaran peristiwa tsunami Aceh.

Sumber : aceh.tribunnews.com

HARAKI, Kamilah yang anda cari...

HARAKI | Design | Productions


Belakangan ini penggunaan seragam sendang sangat diminati , tak hanya oleh perushaan dan lembaga resmi saja. Menjamurnya berbagai macam komunitas juga menjadi faktor meningkatnya penggunaan seragam. Mulai dari komunitas sekolahan, kampus, bahkan sampai komunitas berbasis hobby sekalipun. Seragam merepresentasikan image dan karakteristik dari kelompok penggunanya itu sendiri, selain itu seragam juga menjadi sarana promosi yang sangat efektif bagi penggunanya. Seragam yang baik adalah seragam yang mampu merepresentasikan karakteristik penggunanya, memiliki kesan efektif dan fungsional serta nyaman saat digunakan. Dibutuhkan kerja keras dan kreatif untuk menghasilkan sebuah seragam yang baik.

Disinilah kami hadir memberikan solusi kreatif dan inovatif dalam bersergam. Seragam yang menarik dan nyaman mampu meningkatkan kepercayaan diri anda dalam beraktivitas.

Salam hangat dari kami..

Management,
HARAKI | design | productions

Costumer Care : 0812 6300 8377
 

Sample text

Sample Text

Sample Text